Bagi
kamu yang pernah menonton film “serdadu cilik dari tanah Sumbawa”, pasti kamu
tidak asing dengan Slogan “Pariri Lema Bariri.” Karena slogan ini akan kamu
temukan di sekolah-sekolah atau di kantor-kantor pemerintahan disepanjang jalan
pulau Sumbawa.
Oke,
kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya saat berkunjung ke pulau
Sumbawa beberapa hari yang lalu, tapi tidak semua wilayah Sumbawa berhasil saya
ubek-ubek, hanya sebagian kecil daerah di seputaran Taliwang Kabupaten Sumbawa
Barat saja.
Sabtu
siang sekitar jam 13.00 WITA saya dan teman saya berangkat dari Lombok menuju
Pulau Sumbawa, setelah hampir 2 jam perjalanan akhirnya saya sampai di
pelabuhan Kayangan Lombok Timur. Sampainya di pos jaga, seorang penjaga menghentikan
kami dan mengharuskan kami untuk membayar uang masuk sebesar Rp. 2000 kemudian
baru kami ke tempat pembelian tiket.
Sekedar
info saja nih, untuk penyebrangan dari pelabuhan Kayangan
menuju pelabuhan Pototano harga tiket untuk pengguna sepeda motor adalah Rp.
50.000. saya kebetulan kemarin ke Sumbawa menggunakan sepeda motor, jadinya
tahu harga tiketnya, hehehe
Setelah
membayar tiket, saya dan teman saya menuju tempat antrian, kalau misalkan
bandara, tempat antrian ini bisa disamakan dengan waiting room, karena
ditempat anrian ini para calon penumpang akan menunggu ada kapal yang datang
atau menurunkan penumpang yang datang dari Sumbawa.
30
menit berlalu, akhirnya waktu untuk naik kapal sudah tiba. Saya kasih info lagi
nih, untuk penyebrangan menuju Pototano, biasanya akan menghabiskan waktu
sekitar satu setengah jam untuk ukuran normalnya, tapi itu semua tergantung
dari kapal apa yang kita naiki. Kalau beruntung kita akan dapat kapal yang bagus
dan tidak terlalu sesak oleh penumpang dan hanya membutuhkan waktu sekitar 1
jam 10 menit untuk bisa sampai di pototano, tapi kalau anda kurang beruntung,
siap-siap saja untuk menghabiskan waktu lebih lama di atas kapal dan saran saya
setidaknya bawalah kamera untuk menghabiskan waktu panjang anda, karena selain
penuh dan sesak oleh penumpang, anda juga akan sampai di Pototano 2 jam
kemudian.
Kemarin
saya termasuk beruntung, karena kapal yang saya tumpangi tidak terlalu banyak
penumpang dan lumayan cepat, jadi pada saat di atas kapal saya dan teman saya
bisa santai bahkan tiduran di kursi penumpang. Heeeheee, asik kan. Tidak lebih
dari satu setengah jam, kami sudah menginjakkan kaki di Pototano. Seperti yang
saya katakan sebelumnya, ketika sudah sampai di pulau ini, kita akan disuguhkan
dengan pemandangan bukit-bukit yang berjejer dengan indah disepanjang jalan.
Sekitar
1 kilometer dari pelabuhan, terdapat persimpangan yang akan menentukan perjalanan
anda, jika anda lurus mengikuti jalan besar, anda akan sampai di Sumbawa besar,
tapi karena tujuan saya adalah ke Taliwang jadi saya dan teman saya mengambil
jalan ke kanan. Dipertengahan jalan, teman saya mengajak saya untuk berfoto ke
bukit Samarekat atau orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan bukit Galau.
Entah apa filosopi dari tempat ini sehingga dinamakan dengan bukit galau, saya
coba bertanya ke teman saya, tapi sayangnya dia juga tidak tahu jawabannya. Baiklah
kita lupakan tentang nama bukit ini, karena penasaran akhirnya saya mencoba
untuk naik ke atas bukit yang hanya memiliki ketinggian sekitar 10 meter ini, dan
ternyata wow amazing, pemandangan yang
luar biasa menurut saya, karena meskipun ketingginnya hanya 10 meter, tapi kita
bisa melihat lautan sekaligus bukit-bukit yang menjulang tinggi dari puncaknya.
Jadi kalau anda berkunjung ke taliwang, jangan lupa mampir di bukit galau ini
ya, dijamin galau anda akan hilang dan berganti dengan ketakjuban….heeeee
Setelah
mengambil beberapa foto, karena waktu sudah menunjukkan hampir magrib kami
kembali melanjutkan perjalanan, dan sekitar 30 menit kemudian kami akhirnya
sampai di tempat kerjanya bapak yang terletak di daerah Taliwang desa Brang Rea.
Pukul
20.30 WITA, kami kemudian melanjutkan acara jalan-jalan kami ke Daerah Komutar Telu
Center atau biasa di sebut KTC. KTC merupakan salah satu tujuan wisata malam
yang harus kamu datangi kalau kamu berkunjung ke Taliwang. Jika Yoyakarta punya
Alun-alun Kidul, maka di taliwang juga punya alun-alun yang letaknya di KTC.
Ramainya pun tidak kalah dengan alun-alun Yogya, jika di Yogyakarta kita bisa
menikmati sepeda hias, di KTC juga bisa kita temukan hal yang serupa, bahkan
hanya dengan membayar Rp. 5000/orang, kita bisa menaiki sepeda hias tersebut
sekali putaran.
Selain
alun-alun, disekitaran KTC juga terdapat Masjid Agung Darussalam Taliwang,
kalau mau mengutip katanya bapak, Masjid Agung Taliwang ini adalah Masjid
Nabawi dengan ukuran kecil, karena kata bapak, desain arsiteknya mirip sekali
dengan Masjid Nabawi. Selain itu, yang unik dari masjid ini adalah pada lantai
dasarnya, masjid ini dikelilingi oleh kolam dengan ukuran yang besar, sehingga
setiap orang yang datang ke masjid Agung Taliwang ini akan merasakan kesejukan
yang luar biasa.
Kembali
ke laptop, malam minggu kemarin kami habiskan untuk berjalan-jalan di alun-alun
Taliwang dan di Masjid Agung Darussalam, suasana disana sangat ramai, karena
selain yang sudah saya sebutkan di atas, di alun-alun juga tersedia banyak
sekali wahana bermain anak, mulai dari odong-odong, pemancingan ikan plastik,
permainan basket, dan permainan yang pernah saya coba adalah permainan menggelindingkan
bola, jika beruntung akan mendapatkan hadiah berupa jajan snack mulai dari harga
Rp. 500 sampai yang harga Rp 10.000.
Keesokan
paginya, kami berangkat ke salah satu pantai terdekat dari tempat bapak bekerja
yaitu Pantai Balad. Pantai Balad adalah salah satu pantai yang bisa anda kunjungi
saat berada di daerah Taliwang, dan jika ingin datang ke pantai Balad ini saran
saya datanglah pada saat pagi hari atau sore hari, karena kalau siang hari
cuacanya pasti akan sangat panas. Pantai Balad memiliki ombak yang sangat
besar, dan dikelilingi oleh bukit yang menjulang tinggi di bagian kanannya.
Jadi kalau ingin melihat sunset sekaligus panorama alam yang luar biasa, datang
saja pada sore hari, dijamin mata anda akan disuguhi dengan pemandangan yang
sangat luar biasa. Jadi jangan sampai anda melewatkannya ya.
Okelah
kalau begitu, cukup sampai disini dulu cerita saya tentang Pulau Pariri Lema
Bariri ini, nanti kalau saya sudah menemukan tempat wisata yang baru, saya akan
bagi lagi pengalaman saya sekaligus info buat kalian yang ingin berlibur ke
Provinsi Nusa Tenggara Barat.
By:
E.F
No comments:
Post a Comment